Aplikasi Sistem Informasi Rantai Pasok Alokon (SIRIKA) dalah sistem digitalisasi yang dikembangkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mengelola dan memantau rantai pasok alat dan obat kontrasepsi secara digital untuk memastikan ketersediaan alokon yang akurat, menghindarkan dari terjadi kelebihan atau kekurangan stok, serta meningkatkan efisiensi dalam distribusi alat kontrasepsi untuk pelayanan KB di wilayah dan di fasyankes.

Frequently Asked Questions (FAQ) merupakan kumpulan pertanyaan yang sering diajukan beserta jawabannya. FAQ juga sering disebut QnA atau Q&A adalah (Questions And Answers) yang dapat diterjemahkan sebagai Pertanyaan dan Jawaban.

Berikut merupakan FAQ Aplikasi SIRIKA

Fasyankes baru/lama  dapat melaporkan kepada OPD KB Kabupaten/Kota untuk selanjutnya dapat diteruskan kepada Tim SIRIKA Provinsi.

Saat ini pembuatan username fasyankes baru sudah dapat dilakukan oleh provinsi masing-masing melalui user admin provinsi melalui menu Pengaturan>Profil>User>Tambah User

Jejaring tidak memiliki akses (username) dalam SIRIKA. Hanya fasyankes saja yang memiliki akses (username) dalam SIRIKA.

Diinputkan oleh fasyankes induknya, atau bisa berdiri sebagai fasyankes sendiri agar dapat memiliki username SIRIKA.

Admin Provinsi dapat menonaktifkan user fasyankes tersebut.

Tidak, hanya alokon yang bersumber dari APBN (BKKBN) saja yang diinputkan dalam SIRIKA.

Alokon yang berada di OPD KB Kabupaten/Kota selama berasal dari Perwakilan BKKBN, maka merupakan alokon APBN.

Alokon yang dibeli secara mandiri oleh fasyankes TETAP diinputkan oleh petugas pencatatan pelaporan ke dalam Mutasi Alokon SIGA.

Iya, saat ini sudah terdapat menu pembatalan SPMB, jadi jika jumlah dan item alokon yang akan didistribusikan terdapat kesalahan maka dapat dilakukan pembatan SPMB. Namun saat ini belum terdapat menu EDIT SPMB.

Kabupaten/Kota harus menyelesaikan dulu SPMB tersebut, apakah dilanjutkan atau dibatalkan.

Iya, saat ini untuk ahrga satuan alokon tidak ada dalam SBBK. Terdapat perbedaan metode untuk pencatatan nilai rupiah di SAKTI dan SIRIKA. Pada SAKTI menggunakan Metode FIFO sedangkan di SIRIKA menggunakan FEFA, sehingga menimbulkan ketidakselaraasan dalam pencatatan hibah. Hal ini seringkali menjadi temuan BPK ketika dilakukan pemeriksaan.

Sebagai notifikasi WARNING, yang artinya  saldo di R2 SIGA (Mutasi Alokon) TIDAK SAMA dengan saldo yang ada di SIRIKA.

Jika ingin membatalkan SPMB dalam SIRIKA, maka klik tanda silang. Nanti notifikasi “barang masih dalam proses SPMB” tidak akan muncul dan Stock Opname bisa dilanjutkan.

Login menggunakan akun operator KBKR, klik Kategori Distribusi>Klik Cari>Edit menggunakan symbol pensil>pilih kategori distribusi>simpan.

Melalui menu daftar fasilitas>klik cari>klik symbol loop pada kolom aksi>klik symbol pensil pada kolom aksi untuk masing-masing jenis alokon yang akan diedit.

Segera melakukan input stock alokon melalui menu Penerimaan Manual dengan tanggal Stock Opname pada akhir bulan.

Integrasi SIRIKA dengan SIGA akan mulai dilaksanakan pada bulan Oktober (info VM Kegiatan Rapat Evaluasi SIRIKA pada Jumat, 29 Agustus 2025).

Menu ini digunakan untuk menyamakan stock alokon antara SIRIKA dengan SIGA. Stock Opname dilakukan di akhir bulan saat pada pelayanan KB di bulan tersebut dipastikan sudah selesai (tidak ada lagi pelayanan KB yang akan dilakukan pada bulan tersebut). Petugas dapat merekap berapa jumlah pelayanan dalam bulan tersebut untuk kemudian dapat dijadikan dasar untuk penyesuaian jumlah stock alokon pada Aplikasi SIRIKA. Melalui menu Stock Opname Penyesuaian Pelayanan ini lah hal ini dapat dilaksanakan.

Secara umum, Stock Opname harus dilakukan setiap akhir bulan (tidak hanya ketika ada penyesuaian untuk pelayanan, namun jika terdapat perbedaan stock atau jika terdapat alokon kadaluarsa/ ED).

Login menggunakan akun operator Gudang, klik Informasi Gudang>Klik Cari>Edit menggunakan symbol pensil.

Saat ini satuan untuk BMHP Implan Kasa Steril adalah buah.

Saat ini SIRIKA sudah mengakomodir item BMHP Implan di luar 8 item.

Stock Opname pada level provinsi dan kab/kota hanya terdapat penyesuaian lebih dan penyesuaian kurang. Sedangkan pada level fasyankes terdapat penyesuaian untuk pelayanan.

Tidak perlu diinput, yang diiput alkon dan BMHP yang belum expired (stok yang bisa digunakan)

Jika ingin jadi 1 maka menggunakan SBBK manual, di provinsi BAST jadi 1, dan SBBK yang dipisahkan

Untuk Inputan yang sudah di Submit Tidak bisa diedit ataupun dihapus, namun bisa melakukan penyesuaian melalui stok opname dan Jika ada kesalahan jumlah saja maka bisa disesuaikan saat stok opname, tetapi jika kesalahan batch dll maka dihapuskan dulu datanya di stok opname kemudian diinput ulang

Masuk ke dalam aplikasi SIRIKA, klik menu Stock Opname. Klik “Mulai/Sedang melakukan Stok Opname.

Klik menu “Selesai/Tidak Sedang Stok Opname”

Masuk ke menu Penerimaan, klik manual kemudian klik menu “tambah penerimaan barang”, untuk tipe penerimaan dapat dipilih ke stok awal

Klik menu Distribusi, pilih Rutin atau Non Rutin. Pada Menu aksi klik cetak SBBK, bisa dipilih excel atau PDF

Klik menu penerimaan, pilih “Sistematis” lalu klik aksi untuk penerimaan yang akan dipilih

Pilih menu Dashboard, kemudian klik “Laporan Stok” pilih tipe barang, kemudian klik cari

Fasyankes yang tidak menerima alokon APBN dapat dinon-aktifkan di SIRIKA. Input alokon non-APBN (APBD dan atau Mandiri) dapat dilakukan pada R/II/KB SIGA

Sampai dengan saat ini (9 Oktober 2025) integrasi antara pelayanan KB pada SIGA (R/I/KB SIGA) dengan stock alokon pada SIRIKA belum optimal. Sehingga fasyankes dapat melakukan pemadanan stock alokon yang digunakan untuk pelayanan KB melalui SO Bulanan yang dilakukan pada akhir bulan sampai dengan tanggal 10 bulan berikutnya. Khusus untuk SO pada akun fasyankes, terdapat kolom/ bagian yang digunakan untuk penyesuaian pelayanan KB.

Bisa, fasyankes yang belum melakukan input stock awal diharapkan segera melakukan input stock awal melalui penerimaan manual dengan stock alokon pada 30 September 2025.

Idealnya SO Bulanan hanya dapat dilakukan ketika sudah tidak terdapat transaksi menggantung. Namun, jika kondisi ini terjadi, lakukan penyesuaian stock melalui SO bulan berikutnya untuk menyesuaikan dengan stock alokon real di fasyankes.

Ya, fasyankes yang tidak mendapatkan alokon dari BKKBN (sumber APBN) tetap melaporkan mutasi alokon melalui R/II/KB pada aplikasi SIGA.Ya, fasyankes yang tidak mendapatkan alokon dari BKKBN (sumber APBN) tetap melaporkan mutasi alokon melalui R/II/KB pada aplikasi SIGA.

Karena jumlah dan item alokon APBN hanya berasal dari Aplikasi SIRIKA saja. Berbeda dengan jejaring/ jaringan, mutasi alokon APBN tetap berasal dari R/II/KB SIGA. Sampai saat ini, SIRIKA hanya mengakomodir transaksi alokon APBN pada Gudang BKKBN Pusat, Gudang Provinsi, Gudang Kab/Kota, dan Fasyankes Induk (termasuk TPMB setara fasyankes).

Fasyankes induk dapat mendistribusikan alokon ke jejaring/ jaringan melalui menu distribusi non-rutin.

Iya, penerimaan alokon APBN pada fasyankes dalam Aplikasi SIRIKA akan masuk ke menu penerimaan pada R/II/KB SIGA.

Iya, dengan catatan bahwa fasyankes yang dituju sudah melakukan konfirmasi pada kolom ‘AKSI’ sehingga status pengiriman berubah menjadi ‘SELESAI’.

Ketika melakukan SO, transaksi yang akan masuk pada R/II/KB SIGA adalah penyesuaian lebih, penyesuaian kurang, rusak, dan kadaluarsa.

Iya, stok penyesuaian pelayanan R/I hanya akan mengurangi saldo di SIRIKA, sedangkan saldo alokon pada R/II/KB SIGA akan berkurang sesuai dengan jumlah akseptor KB yang diinputkan dalam R/I/KB SIGA.

Lakukan cek stok alokon antara SALDO AKHIR R/II/KB SIGA dengan STOK FISIK SIRIKA.

Pertama, pastikan tidak ada transaksi yang menggantung, baik penerimaan alokon dari OPD KB Kab/ Kota, realokasi alokon dari fasyankes (jika ada), dan distribusi alokon ke jejaring/ jaringan. Kedua, pastikan semua akseptor KB yang dilayani pada bulan tersebut sudah diinputkan dalam R/I/KB SIGA.

Bisa jadi memang dari awal input sudah tidak sinkron, atau bisa jadi ada akseptor pelayanan KB yang belum diinputkan dalam R/I/KB SIGA.

Karena fasyankes salah dalam melakukan SO, jumlah pengurangan alokon yang digunakan untuk pelayanan KB yang seharusnya diinputkan dalam kolom PENYESUAIAN PELAYANAN R/I justru diinputkan dalam kolom PENYESUAIAN KURANG. Hal ini menyebabkan stok alokon di R/II/KB dikurangi sebanyak 2 (dua) kali, satu akibat penyesuaian kurang yang dilakukan pada aplikasi SIRIKA ketika SO dan kedua dikurangi akibat input akseptor yang diinputkan dalam R/I/KB SIGA.

Ketika kehilangan barang, barang keluar belum tercatat, dan kesalahan perhitungan awal (human error).

Ketika ada kesalahan input karena kurang input, ada barang masuk belum dicatat, dan retur barang belum tercatat.

Untuk alokon yang kadaluarsa di bulan lapor, data akseptor harus diinputkan sebelum tanggal akhir bulan. saat ini di aplikasi sudah dibuat validasi kadaluarsa.

Fasyankes belum melakukan SO Bulanan/ Harian yang dipersyaratkan dan fasyankes tujuan belum membuka bulan lapor pada R/II/KB.